RSS

Artikel

All About Banana~~

JENIS-JENIS PISANG

Berdasarkan manfaatnya, pisang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pisang serat, pisang hias dan pisang buah. Pisang serat (Musa Textilis), bagian yang dimanfaatkan bukan buahnya, tetapi serat batangnya yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Contoh pisang serat adalah Pisang Abaka. Pisang hias umumnya ditanam sebagai tanaman hias yang dapat mempercantik tanaman. Contoh pisang hias adalah pisang kipas dan pisang-pisangan. Pisang buah (Musa paradisiaca) di tanam dengan tujuan untuk dimanfaatkan buahnya.
jenis jenis pisang
Pisang buah dibagi menjadi empat golongan. Pertama, pisang yang dapat dimakan langsung setelah matang (disebut juga pisang meja) atau dikenal dengan banana. Contohnya, pisang susu, pisang hijau, pisang mas, pisang raja, pisang ambon kuning, pisang ambon lumut, pisang barangan, pisang seribu, pisang cavedish. golongan banana mempunya bentuk buah yang ujungnya tumpul dan rasa buahnya yang enak jika sudah matang.

Kedua, pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu (plantain). Contohnya, pisang tanduk, pisang nangka, pisang oli, pisang kepok, pisang kapas, pisang siam, dan pisang bangkahulu. Golongan plantain mempunyai bentuk buah yang ujungnya runcing, permukaan buah mengkilap, berkadar pati tinggi, dan beraroma kurang tajam. Ketiga, pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak atau setelah dioleh terlebih dahulu, seperti pisang kepok dan pisang raja. Keempat, pisang yang dapat dimakan ketika masih mentah, seperti pisang klutuk (pisang batu) yang berasa sepat dan enak untuk rujak.

Di Indonesia, terdapat lebih dari 230 jenis pisang. Namun, jenis pisang yang biasa dijual di pasaran dan umum dikonsumsi adalah pisang barangan, pisang raja, pisang raja sereh, pisang raja uli, pisang jara jambe, pisang raja molo, pisang raja kul, pisang raja tahun, pisang raja bulu, pisang kepok, pisang tanduk, pisang mas, pisang ambon lumut, pisang ambon kuning, pisang nangka, pisang kapas, pisang kidang, pisang lampung, dan pisang tongkat langit.

Buah pisang merupakan buah klematerik, yakni buah yang masih melakukan respirasi setelah pemanenan sehingga pemasakan buah dapat diatur dengan menggunakan etilen (zat karbit). Kematangan buah pisang dapat amati secara fisik. Tanda buah pisang yang sudah tua sebagai berikut :
1. Buah tampak berisi
2. Bagian lingir (tepi) buah sudah tidak bersudut lagi
3. Warna buah hijau kekuningan dan tangkai di bagian putik telah gugur.

Tingkat kematangan buah pisang juga dapat ditentukan dari umurnya. waktu yang diperlukan dari saat tanaman panen rata-rata 12 – 15 bulan. Jika dihitung dari saat mula berbunga adalah 4 – 6 minggu, tergantung dari varietasnya.

Perubahan warna merupakan perubahan fisik yang paling menonjol pad proses pematangan buah pisang. Buah yang masih muda berwarna hijau karena masih banyak mengandung klorofil. Proses perubahan warna kulit pisang dari hijau menjadi kuning disebabkan oleh hilangnya klorofil tanpa atau hanya sedikit pembentukan karotenoid.

Perubahan kimia yang sangat menonjol pada saat proses pematangan buah pisang adalah perubahan pati menjadi gula. Kandungan pati pada buah pisang masih muda lebih dominan. Pada saat buah pisnag sudah matang, sebagian besar kandungan pati akan digantikan oleh sukrosa, glukosa, dan fruktosa, serta sejumlah kecil maltosa. bersamaan dengan peningkatan kadar gula, kandungan pati menurun sekitar 20 % pada bagian buah yang masih hijau antara 1 – 2 % dalam buah yang matang. Karena itu, buah pisang yang sudah matang terasa lebih manis.

Pisang yang sudah matang akan mudah busuk karena kadar airnya cukup tinggi. Untuk memperpanjang daya awet dan daya gunanya, buah pisang dapat dioleh menjadi berbagai produk. Buah pisang mentah dapat diolah menjadi gaplek pisang, tepung, pati, sirup glukosa, tape, dan keripik. Buah pisang matang dapat diolah menjadi sale, selai, dodol, sari buah, anggur, bubur (pure), saus, nektar, pisang goreng, pisang epe, pisang rebus, kolak, getuk, ledre, pisang panggang keju, dan aneka kue.

Sumber:http://ridwanaz.com/resep/makanan/jenis-jenis-pisang-macam-macam-pisang/

ASAL USUL BUAH PISANG

Tahukan kalian? Ternyata buah Pisang ditemukan oleh manusia sekitar tahun 5000 SM. Manusia pada zaman itu sangkat picky dalam memilih makanan dan mereka tidak menyukai biji. Jadi, mereka membuat tumbuhan hibrid dan pada akhirnya mereka berhasil membuat tumbuhan buah tanpa biji. Walaupun masih terdapat biji-biji kecil di dalam buah pisang, namun mereka tidak peduli dan mereka sangat menyukai buah tersebut.

Manusia telah mengonsumsi pisang sejak zaman dahulu kala. Kata pisang itu sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu maus yang oleh Linneus dimasukkan ke dalam keluarga Musaceae, untuk memberikan penghargaan kepada Antonius Musa, yaitu seorang dokter pribadi kaisar Romawi (Octaviani Agustinus) yang menganjurkan untuk memakan pisang. Itulah sebabnya dalam bahasa latin, pisang disebut sebagai Musa paradisiaca .

Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara yang oleh para penyebar agama Islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Selanjutnya pisang menyebar ke seluruh dunia, meliputi daerah tropis dan subtropis. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di antaranya adalah: Brasilia, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador, Thailand, Karibia, Columbia, Mexico, Venezuela, dan Hawai. Indonesia merupakan negara penghasil pisang nomor empat di dunia. Wow!

Sumber: http://www.ajengsyafitri.byethost14.com/banana.html

PISANG

Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah.

Pusat Penanaman

Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Belanda, Amerika Serikat dan Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.

Botani

Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa spp.

Jenis

Jenis pisang antara lain :

Ø Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak, yaitu M. paradisiaca var. Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Contohnya: Pisang Ambon, Pisang Susu, Pisang Raja, Pisang Cavendish, Pisang Barangan dan Pisang Mas.

Ø Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak, yaitu M. paradisiaca forma typica atau disebut juga M. paradisiaca normalis. Contohnya: Pisang Nangka, Pisang Tanduk, dan Pisang Kepok.

Ø Pisang berbiji, yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Contonya: Pisang Batu dan Pisang Klutuk.

Ø Pisang yang diambil seratnya, contonnya Pisang Manila (Abaca).

Manfaat Tanaman

Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.

Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.

Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.

BUDIDAYA PISANG

Botani:
  • Famili Musaceae dari ordo Scitaminae dan terdiri dari dua genus, yaitu genus Musa dan Ensete.  Genus Musa terbagi dalam empat golongan, yaitu Rhodochlamys, Callimusa, Australimusa dan Eumusa.  Golongan Australimusa dan Eumusa merupakan jenis pisang yang dapat dikonsumsi, baik segar maupun olahan.  Buah pisang yang dimakan segar sebagian besar berasal dari golongan Emusa, yaituMusa acuminata dan Musa balbisiana.  Tanaman pisang merupakan tanaman asli daerah Asia Tenggara dengan pusat keanekaragaman utama wilayah Indo-Malaya.
  • Tanaman pisang termasuk dalam golongan terna monokotil tahunan berbentuk pohon yang tersusun atas batang semu.  Batang semu ini merupakan tumpukan pelepah daun yang tersusun secara rapat teratur.  Percabangan tanaman bertipe simpodial dengan meristem ujung memanjang dan membentuk bunga lalu buah.  Bagian bawah batang pisang menggembung berupa umbi yang disebut bonggol. Pucuk lateral (sucker) muncul dari kuncup pada bonggol yang selanjutnya tumbuh menjadi tanaman pisang.  Buah pisang umumnya tidak berbiji/bersifat partenokarpi.
Syarat Tumbuh:
  • Tanaman pisang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik pada berbagai macam topografi tanah, baik tanah datar ataupun tanah miring.  Produktivitas pisang yang optimum akan dihasilkan pisang yang ditanam pada tanah datar pada ketinggian di bawah 500 m di atas permukaan laut (dpl) dan keasaman tanah pada pH 4.5-7.5.  Suhu harian berkisar antara 25 – 27 o C dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun.
Jenis-jenis Pisang yang Dikonsumsi:
  • Pisang Ambon Kuning
    Pisang Ambon Kuning cocok untuk hidangan buah segar, memiliki ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon lainnya dengan kulit buah tidak terlalu tebal dengan warna kuning muda.  Daging buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan.  Rasa daging buah pulen, manis, dan aromanya harum.  Dalam satu  tandan terdapat 6-9 sisir (satu sisir berisi 15-20 buah) dengan berat per tandan 18-20 kg.
  • Pisang Ambon Lumut
    Pisang Ambon Lumut cocok untuk hidangan buah segar.  Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang dan lebih tebal daripada kulit buah pisang ambon kuning.  Daging buah hampir sama dengan pisang ambon kuning hanya sedikit lebih putih.  Daging buah agak keras, aroma lebih harum dan rasanya lebih manis.  Dalam satu tandan terdapat 7-12 sisir dengan berat 15 – 18 kg..
  • Pisang Ambon Putih
    Pisang Ambon Putih cocok untuk hidangan buah segar.  Ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon lumut. Kulit buah yang sudah matang berwarna kuning keputih-putihan.  Daging buah berwarna puith kekuningan dengan rasa agak asam, dan beraroma harum. Dalam satu tandan terdapat 10-14 sisir dengan berat 15-25 kg.
  • Pisang Barangan
    Pisang Barangan cocok untuk hidangan buah segar.  Pisang Barangan terdiri dari 2 jenis, yaitu pisang barang yang berwarna kemerah-merahan dan yang berwarna kuning.  Pisang Barangan yang berwarna kemerah-merahan memiliki daging buah yang lebih besar dan rasa yang lebih enak dan aroma yang lebih harum daripada yang berwarna kuning.  Dalam satu tandan terdapat 5-12 sisir degang berat 9-20 kg.
  • Pisang Raja  Pisang Raja cocok untuk hidangan buah segar maupun olahan.  Kulit buah tebal dan berwarna kuning berbintik hitam pada buah yang telah masak.  Ukuran buah cukup besar dengan diameter 3,2 cm dan panjang 12-18 cm.  Daging buah yang telah matang berwarna kuning kemerahan bila dimakan terasa legit dan manis dengan aroma harum.  Dalam satu tandan  terdapat 6-9 sisir (setiap sisir berisi 14-16 buah) dengan berat per tandan 12-16 kg.  Bunga muncul 14 bulan sejak anakan dan buah akan masak 5,5 bulan kemudian.
  • Pisang Kepok
    Pisang Kepok cocok untuk makanan olahan.  Jenis pisang kepok yang lebih dikenal adalah pisang kepok putih dan pisang kepok kuning dengan warna daging buah sama seperti namanya.  Daging buah bertekstur agak keras dengan aroma yag kurang harum. Kulit buah sangat tebal dan berwarna hiaju kekuningan pada buah yang telah masak. Pisang kepok kuning rasanya lebih enak daripada pisang kepok putih.  Dalam satu tandan dapat mencapai 10-16 sisir (satu sisir berisi 20 buah pisang) dengan berat per tandan 14-22 kg.
  • Pisang Tanduk
    Pisang Tanduk cocok untuk makanan olahan. Buahnya berukuran besar dengan panjang lebih dari 20 cm.  Kulit buah tebal dan berwarna kuning kemerahan berbintik hitam.  Daging buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan.  Dalam satu tandan terdapat hanya sekitar 1-3 sisir (satu sisir terdiri dari 10-15 buah) dengan berat per tandan 7-10 kg.
  • Pisang Badak
    Kulit buah agak tebal, berwarna kuning berbintik hitam.  Daging buah berwarna puith kekuningan.  Rasa buah manis agak asam dengan aroma kurang harum.  Dalam satu tandan terdapat 7-9 sisir dengan berat per tandan mencapai 14 – 18 kg.
  • Pisang Nangka
    Pisang Nangka cocok untuk makanan olahan.  Buah berukuran agak panjang, sekitar 15 cm.  Kulit buah agak tebal dan berwarna hijau walaupun sudah matang (buah yang sangat masak berwarna hijau kekuningan).  Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis agak asam dan beraroma harum.  Dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir dengan berat tandan 11-14 kg.
  • Pisang Mas
    Pisang Mas cocok untuk hidangan buah segar.  Buah berukuran kecil-kecil dengan diameter 3-4 cm.  Kulit buah tipis dengan warna kuning cerah pada buah yang masak.  Daging buah lunak, rasanya sangat manis dan aromanya harum.  Dalam satu tandan terdapat 5-9 sisir (satu sisir dapat mencapai 18 buah) dengan berat per tandan 8-12 kg.
  • Pisang Susu
    Pisang Susu cocok untuk hidangan buah segar.  Ukuran buah kecil hampir sama dengan pisang mas.  Kulit buah tipis, berwarna kuning berbintik hitam.  Daging buah putih kekuningan.  Rasa buah manis, lunak dan berarom harum.  Dalam satu tandan terdapat sekitar 8 sisir (satu sisir berisi 12-16 buah) dengan bertat per tandan 12-16 kg.
  • Pisang Cavendish
    Pisang Cavendish cocok untuk hidangan buah segar.  Dari 36 subkultivar pisang cavendish hanya beberapa subkultivar yang telah diusahakan sebagai tanaman perkebunan, yaitu:
    • Grain Naine, berasal dari Perancis.  Bentuk buah silindris dari atas ke bawah membentuk kerucut.  Setiap tandap terdiri dari 12 sisir(satu sisir terdiri dari 24-36 buah)  dengan bobot 45-65 kg.  Jarak antar sisir cukup longgar sehingga jumlah buah yang salah bentuk tidak banyak.
    • Petit Naine, berasal dari Perancis.  Buah berukuran kecil dan cukup ringan.  Rasanya kurang manis.  Jarak antar sisir cukup dekat sehingga banyak buah yang salah bentuk.
    • Omalag, berasal dari Filipina.  Buah di tandan bagian atas berukuran relatif besar selanjutnya makin ke bawah makin mengecil. Jarak antar sisir berdekatan.
    • William, berasal dari Australia.  Dibedakan menjadi dua, yaitu william tall dan william small.  Ukuran buah relatif seragam dengan kulit buah tipis berwarna kuning kehijauan ketika matang.  Jarak antar sisir cukup jauh.  Bobot buah per tandan 35-50 kg.
    • Valery, berasal dari Amerika Tengah.  Bentuk buah cukup bagus karena jarak antar sisir relatif jauh.  Setiap tandan terdiri dari 14-20 sisir dengan bobot per tandan 35-50 kg.
Kandungan Gizi:
  • Kandungan gizi yang terdapat dalam buah pisang cukup tinggi.  Nilai gizi yang terdapat tiap 100 g buah pisang adalah kalori sebesar 79 kal, protein 1.2 g, lemak 0.2 g, kalsium 8.0 g, besi 0.5 mg, vitamin A 1.0 mg, vitamin C 10 mg dan vitamin B 0.08 mg.
Penggunaan:
  • Buah pisang tidak hanya dikonsumsi dalam keadaan segar namun juga dikonsumsi dalam bnetuk olahan.  Buah pisang dapat diproses menjadi tepung pisang, pure, bir, cuka, kripik, sale, dodol, dan saus.
  • Tanaman pisang termasuk tanaman yang serbaguna.  Selain buahnya, bagian lainnya juga dapat dimanfaatkan.  Bonggol pisang dapat dijadikan soda sebagai bahan baku sabun dan pupuk kalium.  Batangnya dapat digunakan sebagai pengahsil serat bahan baku kain dan makanan ternak.  Daun pisang banyak digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional.
Penanaman:
  • Membuat lubang tanam 50 x 50 x 50 cm
  • Berbagai Jarak Tanam pada Penanaman Beberapa Kultivar Pisang di Indonesia
Jarak tanam (m) Kultivar pisang
2 x 2 mas, barangan
3 x 3 dwarf cavendish, gross michel, nangka, raja, raja sereh
4 x 4 giant cavendish, tanduk, kepok
  • Pupuk kandang yang telah dicampur furadan diberikan sebesar 15 kg per lubang tanam (untuk tanah berpasir sebesar 20 – 25 kg)
  • Ditaburkan pupuk fosfat 20 g di dasar lubang tanam dan ditutup tanah tipis
  • Sebelum ditanam, bibit dicelupkan ke dalam fungisida Dithane M-45 dengan konsentrasi 1.5 mg/l dan pada lubang tanam ditaburkan furadan sebanyak 10 g
  • Penanaman pisang dilakukan secara bertahap (2 tahap, setahun dua kali) dengan selisih penanaman 6 bulan.  Penanaman pertama dilakukan dengan jarak tanam renggang (4 mx 4 m), kemudian penanaman tahap kedua dilakukan di antara jarak tanam yang telah datanami.  Tujuan penanaman seperti ini adalah untuk mengatur waktu panen dan pembongkaran tanaman pada tahun ke 5, 9 , 13, 17 agar tidak serempak sehingga pada tahun-tahun tersebut masih dimungkinkan adanya panen.
  • Pemupukan dilakukan 4 kali setahun, yaitu pada saat tanam dan sesudah tanam sebanyak 3 kali.  Dosis pupuk tegantung dari tingkat kesuburan tanah.  Jika kandungan N tanah rendah maka pupuk N (ZA) yang diberikan sekitar 1900 kg/ha/tahun.  Jika kandungan N tinggi maka pupuk N (ZA) yang diberikan hanya 900 kg/ha/tahun.  Pemberian pupuk N dibagi menjadi 4 kali, ¼ bagian waktu tanam dan sisanya dibagi merata dalam tiga kali pemupukan.  Pupuk fosfat diberikan saat tanam sebesar 160 kg/ha. Pupuk kalium diberikan sebesar 800 kg/ha/tahun sampai 1250 kg/ha/tahun dengan cara aplikasi sama seperti pupuk N.
Pemeliharaan Tanaman:
  • Pengendalian gulma dilakukan secara manual dan mekanis.  Penyiangan dengan mesin ring wedding berjari-jari 1 meter dilakukan saat tanaman berumur 1 bulan sampai 5 bulan.   Pada usia tiga bulan pertama pembersihan gulma dilakukan secara intensif untuk mengurangi akibat negatif dari kompetisi.  Pengendalian gulma sudah mulai dapat dikurangi pada usia tanaman 5 bulan karena kanopi tanaman dapat menekan pertumbuhan gulma.      Setelah tanaman berumur 5 bulan (tinggi sekitar 1-1.5 m), pengendalian gulma dilakukan dengan herbisida.  Penggunaan herbisida pada saat tanaman mencapai ketinggian 1-1.5 meter bertujuan agar daun tanaman pokok tidak terganggu oleh herbisida.  Penyiangan dilakukan dengan selang waktu 2-3 bulan sekali.
  • Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk  (berusia 9 bulan), 1 anakan/daughter (berusia 7 bulan), dan 1 anakan muda/grand daughter (berusia 3 bulan), dilakukan rutin setiap 6-8 minggu. Tujuan dari penjarangan tanaman adalah menjaga kestabilan jarak tanam, dan menjaga kontinuitas produksi melalui pemilihan umur anakan dalam satu rumpun.  Anakan berumur 6 bulan dapat digunakan sebagai bahan tanaman untuk inisiasi kebun baru dan ditanam di antara baris tanaman pada penanaman tahap pertama.  Pembongkaran dilakukan pada tahun ke-5.  Rumpun pisang hasil penanaman tahap pertama dibongkar pertama kali dilanjutkan pembongkaran kedua pada 6 bulan berikutnya pada sisa rumpun yang ada.
  • Pemotongan bunga jantan dilakukan setelah 2 sisir terakhir muncul kira-kira 30 hari setelah anthesis.  Kemudian buah dibungkus dengan kantong plastik (polyethylene) Dursband 1E yang mengandung insektisida pada umur 50 hari setelah anthesis.  Pohon yang sedang berbuah ditopang dengan bambu atau mengikatkan pangkal tandan pisang pada kabel yang terbentang diantara barisan tanaman pisang agar batang tidak roboh sebelum buah dipanen.
  • Pemberian air dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.  Cara pemberian air dapat dengan sistem leb  atau mengalirkan air melalui saluran irigasi.  Perkebunan-perkebunan pisang di luar negeri seperti Filipina, Brasil dan Panama menerapkan tiga cara irigasi buatan untuk mengairi tanaman pisang, yaitu irigasi curah di atas kanopi (over head system), irigasi curah di bawah kanopi (under tree system), dan irigasi tetes (drip irrigation system).
  • Pemeliharaan sanitasi kebun dilakukan tiap 45 hari sekali meliputi kegiatan pembersihan daun kering, penjarangan anakan dan pembuangan sisa tanaman bekas panen.  Pemeliharaan sanitasi kebun bertujuan untuk menjaga lingkungan kebun yang sehat dan baik bagi pertumbuhan tanaman pisang.
Hama dan Penyakit:
  • Hama:
    • Ulat Penggulung Daun (Erionata thrax) menyebar di Asia Tengara.  Gejala: larva instar awal membuat irisan miring pada tepi daun dan menggulung ke atas bagian yang terpotong sebagian dan lambat laun gulungan makin lebar.  Pada serangan berat hanya tersisa tulang daun dan gulungan daun. Curah hujan yang tinggi menekan populsi instar awal.  Pada daerah yang terlindung dari angin populasi hama tinggi.
    • Penggerek Buah Pisang (Nacoleia octasema) menyebar di Asia Tenggara.  Gejala: seperti kudis  buah bercak kecoklatan sebagian membusuk.
    • Penggerek Batang Pisang (Cosmopolies sordidus) menyebar di daerah tropika.  Gejala: larva instar awal membuat beberapa gerekan memanjang pada jaaringan bagian luar hinga menembus seludang daun bagian dalam di dekatnya.  Hama ini menggerek pangkal batang dan rhizoma.  Serangan di daerah pegunungan lebih tinggi dari dataran rendah.  Populasi hama banyak terdapat pada tanaman yang terlalu tua serta pada tungul dan rhizoma yang tersisa.  Pengendalian: sanitasi kebun dan pemanenan secara periodik.
    • Odoiporus longicallis  merupakan hama sekunder.  Larva menggerek ke dalam tengah batang hinga seludang daun.
  • Penyakit:
    • Penyakit Layu Fusarium (Penyakit Panama) disebabkan oleh Fusarium oxysporium.  Penyakit ini merupakan penyakit yang merugikan setelah layu bakteri dan menyebar luas diseluruh dunia.
      • Gejala:
        • Tepi daun bawah kuning tua lalu menjadi coklat dan mengering
        • Pangkal tangkai daun patah
        • Kadangkala batang palsu bagian luar belah dari pangkal
        • Pada belahan membujur pangkal batang palsu tedapat garis-garis coklat kehitaman ke berbagai arah (pada pangkal batang)  batang batang palsu hingga tangkai daun terjadi perubahan warna berkas pembuluh
      • Pengendalian: Pencegahan
    • Bercak daun cercospora (penyakit sigatoka) disebabkan oleh Mycosphaerella musicola.  Penyakit ini kadang kala merugikan dapat menurunkan kuantitas dan kualitas buah namun kurang mendapat perhatian di Indonesia.
      • Gejala:
        • Bercak kecil memanjang kuning pucat atau hijau kecoklatan sejajar tulang daun
        • Bercak membesar menjadi coklat tua hingga hitam ellips (0.5 cm x 1.5 cm)
        • Pada daun tua pusat bercak mengering kelabu dengan tepinya coklat tua dengan halo kuning
        • Pada pusat bercak ada titik hitam
    • Bercak daun cordana disebabkan oleh Cordana musae.  Penyakit ini terdapat di tiap negara penanam pisang namun dianggap kurang penting.
      • Gejala:
        • Bercak ellips kecil kemudian membesar coklat pucat  konsentris dengan halo kuning
        • Sering bercampur dengan bercak cercospora
        • Bercak dapat merupakan hawar
    • Penyakit kerdil pisang disebabkan oleh Banana Bunchy Top Virus (BBTV).  Penyebaran penyakit di Asia Tenggara, Asia Selatan, Pasifik, Australia, dan beberapa negara Afrika.
      • Gejala:
        • Awal: garis-garis pendek terputus-putus diselingi titi-titik terdapat di antara dan sejajar tulang-tulang daun sekunder
        • Lanjut: daun-daun yang muncul berikutnya (daun-daun muda) tumbuh lebih tegak  lebih pendek  lebih sempit tangkai daun lebih pendek. Sepanjang tepi daun terjdai klorosi dan kering  daun menjadi rapuh. Infeksi pda tanaman muda menyebabkan tanaman tidak berproduksi
      • Pengendalian:
        • penerapan karantina tumbuhan
        • penggunaan bibit bebas virus
        • roguing
        • penggunaan insektisida
    • Pseudomonas solanacearum atau penyakit layu bakteri pisang.(penyakit moko).  Serangan terjadi terutama saat pisang menjelang berbunga.  Tanaman tiba-tiba layu tanpa didahului menguningnya daun.  Pada bonggol pisan terdapat lendir.
    • Xanthomonas celebens (penyakit darah).  Bakteri menyerang pembuluhbatang pisang melalui akar.  Pembuluh yang terserang akan mengeluarkan cairan seperti darah apabila dipotong.
Pengendalian Kuantitas dan Kualitas Produk:
  • Kegiatan pengendalian kuantitas dan kualitas produk bertujuan untuk menjaga buah agar memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan terutama untuk tujuan ekspor.  Rusaknya buah (turunnya kualitas buah) dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain tandan buah menyentuh tanah karena pohon roboh, gesekan daun/gesekan mekanis lainnya terhadapbuah, serangan hama dan penyakit terhadap buah serta adanya getah yang menempel pada buah.
  • Pengendalian ini dimulai sejak kuntum bunga muncul dari batang semu hingga buah siap panen.  Kegiatan yang dilakukan meliputi:
    • Penyuntikan kuntum bunga pada saat bunga (jantung) pisang muncul 2/3 dari pucuk batang semu dengan insektisida sistemik untuk mencegah serangan aphid yang dilakukan pada 10 cm dari ujung bunga
    • Pembuangan sisa bunga betina yang menempel pada buah setelah selesai pembungaan pada umur 30 hari setelah anthesis
    • Pembuangan daun terakhir dan daun tua yang menempel pada buah
    • Penyisaan daun pada saat fase perkembangan buah tidak kurang dari 4 helai
    • Pemasangan penyanggah pada tanaman yang sedang berbuah
    • Pembungkusan buah dengan plastik polyethylene yang mengandung insektisida pada saat tandan sudah terbentuk sempurna (50 hari setelah anthesis), jantung yang masih kuncup dan dua sisir buah terbawah dibuang.  Setelah dibungkus, tandan diberi tanda untuk menentukan waktu panen yang tepat sehingga umur dan ukuran buah seragam.
Penentuan Waktu dan Cara Panen:
  • Penentuan waktu panen yang tepat akan menghasilkan kualitas buah pisang yang baik.  Panen buah dilakukan saat tingkat perkembangan fisiologi buah maksimum.  Pada saat perkembangan buah maksimum, kandungan pati mencapai tingkat tertinggi sehingga dalam proses pematangan dapat diubah menjadi gula yang cukup tinggi. Secara visual, buah pisang yang siap panen menunjukkan tanda-tanda seperti bentuk buah tampak bulat berisi dan sudut penampangnya rata serta tangkai bekas putik telah gugur.
  • Cara pemanenan, yaitu batang pisang dipotong kira-kira setengah diameter batang pada ketinggian 1 m dari permukaan tanah. Tandan buah ditahan agar tidak terjatuh ke tanah lalu dipotong.
  • Kriteria kematangan pisang:
TingkatKematangan
Warna Kulit Buah
Persen Pati
Persen Gula
Keterangan
1
Hijau
20
0.5
Keras
2
Hijau Mulai Kuning
18
2.5
3
Hijau lebih banyak dari Kuning
16
4.5
4
Kuning lebih banyak dari Hijau
13
7.5
5
Kuning lebih banyak namun ujung buah masih hijau
7
13.5
6
Seluruhnya kuning
2.5
18.0
Mudah dikupas
7
Kuning sedikit   bintik coklat
1.5
19.0
Masak penuh aroma
8
Kuning dengan banyak bintik coklat
1.0
19.0
Lewat masak, daging buah gelap, aroma tinggi sekali
Penanganan Pasca Panen:
  • Pemotongan sisir pisang dari tandannya
  • Pencucian sisir dari kotoran dan getah serta dilakukan seleksi buah
  • Pencucian sisir pisang yang sudah terseleksi dalam air bersih mengalir
  • Penyusunan sisir pada rak terbuka lalu dikeringanginkan dengan mengalirkan udara kering pada sisir-sisir pisang tersebut
  • Pengemasan sisir pisang pada kotak karton per 15 kg (3-5 sisir ukuran besar atau 6-9 sisir ukuran kecil)
  • Penyemprotan fungisida Al2(SO4)3 (120 ml/15 kg pisang)
  • Pengepakan pada kontainer

JENIS-JENIS PISANG

Berdasarkan manfaatnya, pisang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pisang serat, pisang hias dan pisang buah. Pisang serat (Musa Textilis), bagian yang dimanfaatkan bukan buahnya, tetapi serat batangnya yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Contoh pisang serat adalah Pisang Abaka. Pisang hias umumnya ditanam sebagai tanaman hias yang dapat mempercantik tanaman. Contoh pisang hias adalah pisang kipas dan pisang-pisangan. Pisang buah (Musa paradisiaca) di tanam dengan tujuan untuk dimanfaatkan buahnya.
jenis jenis pisang
Pisang buah dibagi menjadi empat golongan. Pertama, pisang yang dapat dimakan langsung setelah matang (disebut juga pisang meja) atau dikenal dengan banana. Contohnya, pisang susu, pisang hijau, pisang mas, pisang raja, pisang ambon kuning, pisang ambon lumut, pisang barangan, pisang seribu, pisang cavedish. golongan banana mempunya bentuk buah yang ujungnya tumpul dan rasa buahnya yang enak jika sudah matang.

Kedua, pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu (plantain). Contohnya, pisang tanduk, pisang nangka, pisang oli, pisang kepok, pisang kapas, pisang siam, dan pisang bangkahulu. Golongan plantain mempunyai bentuk buah yang ujungnya runcing, permukaan buah mengkilap, berkadar pati tinggi, dan beraroma kurang tajam. Ketiga, pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak atau setelah dioleh terlebih dahulu, seperti pisang kepok dan pisang raja. Keempat, pisang yang dapat dimakan ketika masih mentah, seperti pisang klutuk (pisang batu) yang berasa sepat dan enak untuk rujak.

Di Indonesia, terdapat lebih dari 230 jenis pisang. Namun, jenis pisang yang biasa dijual di pasaran dan umum dikonsumsi adalah pisang barangan, pisang raja, pisang raja sereh, pisang raja uli, pisang jara jambe, pisang raja molo, pisang raja kul, pisang raja tahun, pisang raja bulu, pisang kepok, pisang tanduk, pisang mas, pisang ambon lumut, pisang ambon kuning, pisang nangka, pisang kapas, pisang kidang, pisang lampung, dan pisang tongkat langit.

Buah pisang merupakan buah klematerik, yakni buah yang masih melakukan respirasi setelah pemanenan sehingga pemasakan buah dapat diatur dengan menggunakan etilen (zat karbit). Kematangan buah pisang dapat amati secara fisik. Tanda buah pisang yang sudah tua sebagai berikut :
1. Buah tampak berisi
2. Bagian lingir (tepi) buah sudah tidak bersudut lagi
3. Warna buah hijau kekuningan dan tangkai di bagian putik telah gugur.

Tingkat kematangan buah pisang juga dapat ditentukan dari umurnya. waktu yang diperlukan dari saat tanaman panen rata-rata 12 – 15 bulan. Jika dihitung dari saat mula berbunga adalah 4 – 6 minggu, tergantung dari varietasnya.

Perubahan warna merupakan perubahan fisik yang paling menonjol pad proses pematangan buah pisang. Buah yang masih muda berwarna hijau karena masih banyak mengandung klorofil. Proses perubahan warna kulit pisang dari hijau menjadi kuning disebabkan oleh hilangnya klorofil tanpa atau hanya sedikit pembentukan karotenoid.

Perubahan kimia yang sangat menonjol pada saat proses pematangan buah pisang adalah perubahan pati menjadi gula. Kandungan pati pada buah pisang masih muda lebih dominan. Pada saat buah pisnag sudah matang, sebagian besar kandungan pati akan digantikan oleh sukrosa, glukosa, dan fruktosa, serta sejumlah kecil maltosa. bersamaan dengan peningkatan kadar gula, kandungan pati menurun sekitar 20 % pada bagian buah yang masih hijau antara 1 – 2 % dalam buah yang matang. Karena itu, buah pisang yang sudah matang terasa lebih manis.

Pisang yang sudah matang akan mudah busuk karena kadar airnya cukup tinggi. Untuk memperpanjang daya awet dan daya gunanya, buah pisang dapat dioleh menjadi berbagai produk. Buah pisang mentah dapat diolah menjadi gaplek pisang, tepung, pati, sirup glukosa, tape, dan keripik. Buah pisang matang dapat diolah menjadi sale, selai, dodol, sari buah, anggur, bubur (pure), saus, nektar, pisang goreng, pisang epe, pisang rebus, kolak, getuk, ledre, pisang panggang keju, dan aneka kue.

Sumber: http://ridwanaz.com/resep/makanan/jenis-jenis-pisang-macam-macam-pisang/

Olahan Serba Pisang

Pisang bisa diolah menjadi
beberapa sajian nikmat, selain bisa jadi teman minum teh atau kopi,
pisang juga bisa jadi sajian lezat saat kumpul-kumpul keluarga. Cobain
deh…

Pisang Goreng Saus Cokelat

Bahan :

6 buah pisang raja, iris menurut selera

Adonan tepung

100 gram tepung terigu
2 sdm gula pasir
1 sdt baking powder
150 ml air
1 butir telur
1/4 sdt garam
Minyak untuk menggoreng

Saus Cokelat

100 gram cokelat masak, potong-potong
200 ml air
50 gram gula pasir dan 2 sdm cokelat bubuk
Pelengkap: keju cheddar parut dan gula bubuk

Cara membuatnya :

Adonan tepung: campur tepung terigu dengan gula pasir, baking powder, air, telur, dan garam, aduk rata. Diamkan selama 10 menit.

Saus cokelat: masak cokelat bersama air, gula, dan cokelat bubuk hingga menjadi saus yang kental, angkat, sisihkan.
Panaskan minyak, celupkan pisang kedalam adonan tepung, goreng hingga cokelat keemasan, angkat.
Siapkan piring, taruh pisang goreng, taburi gula bubuk, dan keju parut. Tuangkan saus cokelat, sajikan hangat.

Kue Nagasari


Bahan :

500 gr tepung beras
100 gr tepung kanji
1 butir kelapa (ambil santannya)
1 sdk gula pasir
Pisang raja yang sudah tua secukupnya
Daun pisang untuk bungkus secukupnya

Cara Membuatnya:

Pisang dipotong-potong, kira-kira 1 pisang jadi 4 potong.
Campur kedua tepung dengan santan yang sudah dihangatkan lebih dahulu,
lalu uleni sampai rata, kemudian beri sedikit gula dan garam.
Siapkan daun pisang, lalu taruhlah sekitar 2 sendok makan adonan dan
tambahkan 1 potong pisang diatasnya, lalu bungkuslah dengan rapi jangan
sampai adonan keluar.
Kukus sampai matang, baru angkat dan hidangkan.
Enak dimakan dalam keadaan panas maupun dingin.

Pisang Bakar Tabur Keju


Bahan:

5 buah pisang kepok matang
1 sdm margarin
5 sdm meises cokelat
50 g keju cheddar, parut
3 sdm susu kental manis cokelat
1 sdt bubuk kayu manis

Cara Membuat:

Kupas pisang dan belah menjadi dua bagian. Panaskan sedikit margarin
pada wajan datar anti lengket, masak sambil dibolak-balik hingga pisang
matang. Angkat.
Taburi pisang dengan bubuk kayu manis, bakar sebentar di atas bara api
atau di dalam oven hingga berwarna kuning kecokelatan. Angkat.
Atur pisang bakar di atas piring saji, taburi dengan keju parut dan
meises cokelat. Sesaat sebelum di sajikan, siram dengan susu kental
manis cokelat. Hidangkan hangat.

Keripik Pisang Gurih


Bahan :
1 sisir pisang setengah matang
1 sdt kapur + 1 liter air
Minyak goreng

Bumbu halus :

5 siung bawang putih
1 1/2 sdm ketumbar
3 butir kemiri
2 cm kunyit
1 sdm garam

Cara membuat :

Kupas pisang,iris serong tipis,rendam kedalam larutan air kapur selama
1 jam. setelah 1 jam angkat angkat cuci sampai bersih, tiriskan.
Masukan irisan pisang ke dalam wadah, beri bumbu halus aduk-aduk sampai rata diamkan selama 5 menit supaya bumbu meresap.
Panaskan minyak lalu goreng irisan pisang sampai kering dan renyah.
Keripik siap untuk di santap.

sumber: http://kabarinews.com/olahan-serba-pisang/34624

10 MANFAAT PISANG BAGI KESEHATAN TUBUH

Pisang adalah salah satu buah yang paling populer di dunia. Bagaimana tidak, buah tropis berkulit kuning ini memiliki sejuta manfaat. Sebagian besar orang percaya bahwa dengan makan pisang, tubuh mereka akan selalu bugar. Jadi penasaran dengan manfaat pisang. Mau tahu? Yuk kita intip 10 manfaat pisang bagi kesehatan, menurut the-perfectshape.com!

1. Sumber energi

Pisang mengandung tiga jenis gula alami: fruktosa, glukosa, dan sukrosa, yang dapat dengan cepat diubah menjadi energi. Makanya, banyak atlet suka makan pisang saat istirahat pertandingan untuk menambah energi secara instan.

2. Kesehatan jantung

Pisang kaya akan serat makanan yang bisa mencegah penyakit jantung koroner. Buah tropis ini juga memiliki kandungan kalium yang tinggi, namun rendah natrium. So, pisang merupakan makanan yang sempurna untuk mencegah tekanan darah tinggi.

3. Baik untuk darah

Selain kalium, pisang juga kaya akan vitamin B6 yang penting dalam pembuatan antibodi dan hemoglobin dalam darah. Vitamin B6 sangat penting dalam menjaga kadar gula darah tetao stabil.

4. Sistem saraf yang sehat

Kandungan potasium pada pisang dapat mencegah serangan stroke. Terbukti, sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan pisang secara teratur dapat mengurangi 40% risiko kematian karena stroke.

5. Kesehatan ginjal

Dengan bantuan kalium, pisang juga bisa mengurangi risiko batu ginjal yang berhubungan dengan ekskresi kalsium dalam urin.

6. Mood booster

Vitamin B6 atau triptofan berperan penting dalam pembuatan hormon serotonin, yang bertugas mengatur suasana hati dan menenangkan otak. Perlu senjata untuk melawan depresi atau insomnia? Makan pisang dong!

7. Anemia

Pisang mengandung zat besi, yang penting dalam memerangi anemia. Senyawa ini juga penting dalam pembuatan hemoglobin dalam tubuh, lho. Wah, pantas saja si monyet tidak pernah anemia.

8. Baik untuk otak

Pisang dapat meningkatkan kekuatan otak Anda. Sekitar 20% dari aliran darah tubuh dipompa ke jantung. Selain itu, otak juga memerlukan banyak energi dan oksigen untuk bekerja.

9. Luka lambung

Pisan juga memiliki efek anti-asam yang menenangkan perut dan meredakan rasa perih di perut. Tidak hanya sampai disitu, pisang juga bisa melawan ulkus (luka berbentuk bulat atau oval yang terjadi pada lambung) dengan mengurangi keasaman dan iritasi pada lambung.

10. Buang air besar

Buah pisang terkenal dengan kandungan seratnya yang tinggi. Nah, makan pisang menjadi solusi alami untuk mengatasi sembelit.

MACAM-MACAM PISANG

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan hayati, nabati serta Sumber daya Alamnya.  Berbagai tumbuhan serta buah-buahan banyak sekali kita temukan di Indonesia.  Hal ini disebabkan iklim tropis yang membuat tanaman serta tumbuhan dapat berbuah dengan subur.  Pada artikel ini kami akan mencoba memberikan informasi mengenai salah satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi oleh orang, dan pasti menjadi salah satu makanan favoritnya yaitu Pisang.  Ternyata kita memiliki ber macam – macam Aneka Jenis Pisang di Indonesia yang beragam dan berbeda.

Jenis Pisang di Indonesia

Aneka Jenis Pisang di Indonesia

Pisang sendiri merupakan buah-buahan tropis dan hanya dapat berkembang di negara yang beriklim tropis seperti halnya di Indonesia.  Tak hanya lezat, buah ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral.  Berikut ini beberapa macam Aneka Jenis Pisang di Indonesia serta perbedaan dan persamaanya :

Pisang Ambon

Gambar Pisang Ambon

Gambar Pisang Ambon

  • Kulitnya halus, warnanya berubah menjadi kuning jika matang
  • Daging buah berwarna agak krem dan mempunyai kekerasan sedang
  • Aromanya harum dari rasanya manis
  • Cocok dikonsumsi dalam bentuk segar, dapat diolah menjadi banana cake

Pisang Ambon Lumut

Gambar Pisang Ambon Lumut

Gambar Pisang Ambon Lumut

  • Warna kulitnya hijau, hijau kekuning-kuningan ketika matang
  • Daging buahnya berwarna lebih putih, ukuran lebih kecil dan teksturnya lebih lunak dari pisang ambon biasa
  • Aromannya lebih harum dan cita rasanya lebih manis dari pisang ambon
  • Bisa dikonsumsi langsung.

Pisang Mas

Gambar Pisang Mas

Gambar Pisang Mas

  • Kulitnya tipis, warna kuning keemasan saat matang
  • Daging buahnya beraroma harum, teksturnya halus warnanya kuning terang, dan rasanya sangat manis
  • Cocok untuk dimakan langsung dan digoreng

Pisang Kepok

Gambar Pisang Kepok

  • Kulitnya agak tebal, berwarna hijau ketika mentah dan menjadi kuning saat matang
  • Daging buahnya berwarna krem dan bertekstur halus.
  • Dapat di konsumsi langsung, namun lebih lezat jika direbus, dikukus atau digoreng

Pisang Raja Sereh

Gambar Pisang Raja Sereh

Gambar Pisang Raja Sereh

  • Kulit buahnya tipis berwarna kuning kecoklatan, dan berbintik cokelat gelap jika sudah matang
  • Daging buahnya lunak dan berwarna putih
  • Rasanya agak asam dan aromanya tak terlalu tajam
  • Cocok dimakan langsung

Pisang Raja

Gambar Pisang Raja

Gambar Pisang Raja

  • Kulitnya cenderung tebal, kasar dan akan berwarna kuning jika matang
  • Daging buahnya berwarna krem kekuning-kuningan dan permukaan agak berbulu
  • Aromanya harum, cita rasanya legit dan manis
  • Dapat dikonsumsi langsung, atau diolah menjadi es pailu butung atau pisang ijo.

 

PENYAKIT YANG MENYERNG TANAMAN PISANG

Penyakit layu fusarium atau sering disebut penyakit panama pada tanaman pisang disebabkan olehFusarium Oxysporum f. Sp Cubense (FOC). Penyakit ini merupakan penyakit paling berbahaya yang menyerang tanaman pisang. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian lebih dari 35 %.

Penyakit ini menular melalui tanah, menyerang akar dan masuk kedalam bonggol pisang. Didalam bonggol ini jamur merusak pembuluh sehingga menyebabkan tanaman layu dan akhirnya mati. Gejala-gejala dari penyakit tersebut adalah:

  1. Menguningnya daun pisang dari mulai daun yang tua, menguning mulai dari pinggiran daun
  2. Pecah batang, perubahan warna pada saluran pembuluh
  3. Ruas daun memendek
  4. Perubahan warna pada bonggol pisang
  5. Biasanya batang yang terserang mengeluarkan bau busuk

Penyakit bisa menular sangat cepat jika penyebaran cendawan ini melalui air. Penyakit ini tak akan bisa diobati, yang bisa dilakukan adalah mencegahnya dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Buang dan bakar tanaman pisang yang sudah terlanjur terserang penyaki ini.
  2. Menanam lebih dari satu varietas atau menanan bibit yang sehat
  3. Jangan memasukkan bibit, bonggol dan tanah dari daerah yang sudah terkontaminasi.
  4. Gunakan bibit yang bebas penyakit (hasil kultur jaringan)
  5. Bersihkan gulma di sekitar areal pertanaman
  6. Sterilkan alat-alat yang akan digunakan
  7. Tanam jenis pisang yang tahan terhadap penyakit FOC (ketan, tanduk, raja kinalun dan muli)
  8. Menggunakan agensia hayati seperti Trichoderma sp dan Gliocadium sp dan Pseudomonas Fluorescens

http://www.gerbangpertanian.com/2010/07/penyakit-layu-fusarium-penyakit-panama.html

 

 

ES PISANG IJO

Bahan yang diperlukan untuk membuat Es Pisang Ijo :

  • 1/2 tetes pewarna hijau
  • 50 g tepung sagu
  • 175 g tepung beras, ayak
  • 1/2 sdt garam
  • 100 ml air daun suji
  • 6 buah pisang raja matang
  • 300 ml air

Sedangkan untuk buburnya, bahan dari resep ini adalah

Bubur:

  • 800 ml santan dari 1 butir kelapa parut
  • 50 g tepung beras
  • 75 g gula pasir
  • 1 lembar daun pandan, simpulkan
  • 1/4 sdt garam

Bahan Pelengkap untuk resep pisang ijo :

  • Es Serut
  • 100 ml sirop cocopandan, siap pakai
  • 100 ml susu kental manis

CARA MEMBUAT:

  1. Campurkan tepung beras, garam, air, air daun suji, dan pewarna hijau, aduk rata. Jerang di atas api kecil hingga mendidih sambil aduk-aduk agar adonan tidak berbutir. Angkat.
  2. Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil aduk-aduk hingga kalis. Bagi adonan menjadi 6 bagian. Bulatkan dan tipiskan hingga 1/2 cm.
  3. Balut setiap pisang dengan adonan tepung beras hingga semua bagian tertutup rata.
  4. Rebus pisang dalam air mendidih hingga mengapung dan adonan matang. Angkat. Tiriskan. Sisihkan.
  5. Bubur: Campurkan santan, tepung terigu, gula pasir, daun pandan dan garam, aduk rata. Jerang di atas api sedang sambil aduk-aduk hingga kental. Angkat.
  6. Penyajian: Potong-potong pisang ijo. Letakkan di atas piring saji. Tuangkan bubur. Tambahkan es serut, sirop, dan susu kental manis.
  7. Sajikan segera.

http://zaid-info.blogspot.com/2012/07/resep-es-pisang-ijo.html

 

 

PISANG MOLEN


Bahan :
Pisang raja secukupnya
200 gr self raising flour ( kalau ga ada tepung biasa ditambahin baking powder aja )
1 sdm Blue band/butter ( muncung)
Susu cair secukupnya
minyak untuk menggoreng

Caranya :
Campur butter dan tepung hingga rata lalu masukan susu sedikit2 sehingga adonan kalis , lalu diamkan 15 menit , setelah itu adonan siap di proses .tipiskan dengan menggunakan pasta machine, kemudian pisang yang sudah dipotong serong dibalut adonan dengan cara melilit kan adonan ke seluruh bagian pisang hingga tertutup, goreng dalam minyak sedang panasnya hingga kuning kecoklatan ( tie suka rada coklat jadi kulitnya garing tapi renyah nikmat )\

http://diajar-masak.blogspot.com/2010/11/pisang-molen.html

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: